pak dar
Anggota
|
# Postingan: 22 Peb 2008 09:35
Balasan
SEMUA HARUS BISA IKUT Karena waktu luang, aku duduk di ruang tamu sambil membaca koran. Tiba-tiba datang seorang karyawan TU,“Pak Dar diminta menghadap bapak kepala sekarang juga!” Aku berdiri sambil menjawab,”Oh ya!” Wah tumben pagi-pagi begini bapak kepala memanggilku. Aku segera bergegas menuju ruang kepala sekolah. Beliau sudah ada di meja tugasnya sembari membuka buku catatan,”Silakan duduk,Pak!.... Begini, setelah saya pelajari laporan tahunan tahun lalu, ternyata sekolah ini menyelenggarakan karyawisata. Lalu bagaimana program tahun ini?” “Wah belum terprogram, Pak! Karena di awal tahun kita tidak mengadakan rapat penyusunan program,” jawabku sekenanya. Bapak kepala manggut-manggut mendengar jawabanku, kemudian katanya,”Ya, kita bisa menyusunnya sekarang. Memang di awal tahun kita belum merencanakannya, tapi kalau hal-hal seperti itu kan sudah jadi kegiatan rutin. Jadi apa susahnya diselenggarakan” Aku diam sejenak, maklum atasanku ini orang baru di sekolah ini. “ Lalu kelas berapa, Pak?” tanyaku. “Ya… kelas XI atau kelas XII…,tapi sebaiknya kelas XII. Tapi karena mereka akan ujian, maka nanti setelah ujian baru diselenggarakan karyawisata!” jawab bapak kepala. Loh apa nggak kebalik, pikirku. Seharusnya karyawisata diselenggarakan sebagai salah satu bentuk proses pembelajaran supaya siswa mengenal lingkungan secara langsung, mempelajari alam, adat istiadat, budaya, dan lain sebagainya. Kemudian hasilnya dituangkan dalam laporan sebagai salah satu bentuk karya tulis. Kok malah diselenggarakan setelah ujian! Tapi untuk menghargai beliau aku tidak membantah, hanya mengiyakan saja. Kali ini aku jadi anak buah yang paling jelek.”Kalau begitu, tolong disusun programnya. Semua guru dan karyawan harus bisa ikut!” “ Hah!..... lalu biaya dari mana, Pak?” tanyaku spontan. “ Ya dari iuran siswa-siswa!”jawabnya tenang. Wah mati aku! Aku tertegun agak lama, “Ya, Pak! Saya pelajari dulu! Permisi, Pak!” Saya meninggalkan ruang kepala sekolah dengan langkah agak lunglai, karena kepalaku pening mendadak. Bagaimana menurutmu kawan?(pak dar)
|
goen
|
# Postingan: 7 Apr 2008 09:28
Balasan
Yang namanya guru ya haruslah bisa digugu tur ditiru, baik kemampuan (skill-nya) maupun perilakunya to? Itu juga kan gunanya ada progdi kependidikan. Kalo cuma pelajaran tu mudah, tapi untuk sikap yang paling sulit utk pembentukkannya. La kalo kayak pak kepala-nya pak dar.. wah.. tu luar biasa.. produk dari fakultas kependidikan juga bukan? Berhasilkan fakultasnya mendidik guru tersebut? Sayangnya ni tidak hanya terjadi di tempat pak dar saja, banyak sekali di tempat laen yg belum kecerita. Moga saja di tempat saya gak ada.. :) Namun, sepertinya yg saya tahu, SANGATLAH TIDAK PANTAS bagi seorang guru memanfaatkan posisinya sebagai guru untuk kepentingan pribadi dan berakibat merugikan bagi pihak lain terlebih dengan memanfaatkan muridnya. Pak Dar sebagai guru yg baik (dg berbagai ulasannya, setidaknya yg saya lihat), sepertinya sudah tau jawabnya harus apa.
|