| Pencetus |
Tulisan |
pak dar
Anggota
|
# Postingan: 23 Peb 2008 09:06
Balasan
PENDIDIKAN PROFESI Ada perubahan penetapan sertifikasi guru dari penilaian portofolio menjadi pendidikan profesi. Namun apakah hal itu akan memberikan sumbangan yang signifikan terhadap kinerja guru? Aku belum tahu, karena semuanya masih meraba-raba. Apalagi jika pola pengembangan profesionalisme guru berpijak pada pendidikan barat. Padahal karakter bangsaku sangat berbeda dengan bangsa negeri seberang. Bangsaku ini kalau bekerja masih perlu diawasi. Tanpa pengawasan bisa berabe! Fakta berbicara, sudah diawasi, ya masih korup. Sosok guru yang mampu mengemban tugas yang profesional sebenarnya sudah diberikan moto oleh Bapak Pendidikanku, Ki Hajar Dewantara, ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Untuk dapat melaksanakan fungsi pertama, berarti guru haruslah berkepribadian yang utuh dengan kemampuan akademik dan profesional yang andal. Untuk dapat melaksanakan fungsi kedua dibutuhkan guru yang memahami dan menyayangi peserta didik. Sedangkan untuk dapat melaksanakan fungsi yang ketiga, guru harus terus menerus memantau proses belajar peserta didik dan mendorong semangat belajar peserta didiknya. Akan tetapi sejauh ini moto tersebut seakan tidak bermakna karena tidak adanya pelaksanaan di lapangan. Dulu aku beranggapan bahwa guru yang paling berkualitas adalah yang menempuh pendidikan Akta IV. Namun setelah diuji sekian puluh tahun, apa hasilnya? Menurutku salah satu penyebabnya adalah mewabahnya pendidikan Akta IV bagai cendawan di musim hujan. Akan tetapi aspek kendali mutu (quality controll), tidak dilakukan dengan baik atau dilakukan dengan tidak baik oleh ‘stakeholder’ pendidikan di negeriku ini. Buktinya sampai sekarang masih ada program pendidikan Akta IV papan nama, yang hanya sekedar ‘menghalalkan’ ijasah ‘haram’. Masak di sekolahku ada mahasiswa praktik mengajar (PPL) kok hanya dua minggu. Dan saat si mahasiswa ditanya materi pelajaran masih ‘pahpoh’ alias blo’on. Lalu bagaimana dengan pendidikan profesi? Apakah tidak setali tiga uang dengan pendidikan Akta IV? Ah, biar kutunggu sajalah! (pak dar)
|
sagi
|
# Postingan: 13 Mar 2008 16:37
Balasan
Ee... Pak Dar ..
Sekarang sudah tidak zamanya lagi Ki Hajar , tapi Jamannya Ki Sableng.... Ki Sableng berkata ing ngarso ngeruk bondho, ing madyo ngumbar angkaro , tut wuri anggrogoti. itu mak nyeeessssss ... believe or not. that is true and accurate.
|
goen
|
# Postingan: 7 Apr 2008 09:08
Balasan
Salam pak Dar.. Menurut bapak, apakah guru yg berasal dari progdi non kependidikan apa tidak boleh jadi guru? Kayaknya, artikelnya kok gak yakin banget dengan program Akta. Padahal, walaupun saya bukan bukan dari progdi kependidikan. Setahu saya seorang guru secara moral tidak diperkenankan untuk memfonis salah pada seseorang, apa lagi dg nada-nada plesetan, gak lucu.. Kalo emang dari jalur kependidikan saja kayak gitu.. wa.. bener juga tuh pendapate pak sagi.. Kapan ya..
|
septi-slawi
|
# Postingan: 7 Apr 2008 20:48
Balasan
untuk sagi, kamu kok pinter to baca sisusasi di lafangan. saya gak fersyaya fernyataan samfiyan, tapi kok nyatanya bejitu. ok, nanti akan kujadikan bahan renungan dan penelitian dan kajian
|
tatang
|
# Postingan: 15 Apr 2008 12:50
Balasan
Menilai sesosok pendidik atau guru bisa dilihat dari beberapa aspek,dan mungkin banyak aspek-aspek yang tak akan bisa saya tulis satu persatunya. diantaranya jangan kita pungkiri "hasil kualitas pendidikan dikita perlu pengkajian yang lebih mendalam.perubahan prilaku dalam proses pendidikan merupakan tujuan antara dari sebuah proses pendidikan secara umum.Kita tidak boleh tutup mata tentang kalitas pendidikan yang kayanya perlu kita malu komunitas pendidik akan hasil yang dicapai secara menyeluruh. Pendidikan merupakan bagian yang integral dan harus dipikirkan secara bersama, bukan hanya sosok guru saja yang bertanggung jawab, dan kita harus bijaksana menilai hasil pendidikan dinegara kita, banyak yang harus dibenahi faktor-Faktor yang menentukan hasil pendidikan itu sendiri. Kebijakan birokrat juga adalah salah satu dari semua unsur yang ada.jadi tak perlu saling salah menyelahkan. Saya kira kita tidak perlu memikirkan hasil pendidikan seIndonesia kita akan pusing akhirnya. Menurut hemat saya kalau kita bertanggung jawab atas hasil pendidikan coba ciptakan hasil pendidikan minimal dimana ibu bapak bekerja baik sebagai guru atau yang lainnya. Saya melihat sekarang ini orang yang bergelar DR atau gelar Frofesor bergelimpangan dimana-mana. Satu sajalah permasalahan tuntas wajar dikdas 9 tahun aja kita semua kewalahan.Jadi semakin tinggi pendidikan diraih itu tidak menjamin akan mensukseskan satu permasalahan saja. Kesimpulannya mari mulai dari kita tingkatkan karya kita buat anak-anak kita menjadi anak yang cerdas, sopan dan bentuk pribadinya sehingga ia tdk menjadi orang yang sombong. Itu semua harus kembali dari diri kita untuk dapat dicontoh oleh mereka. Sebab menurut saya pendidikan sekarang ini adalah pendidikan terapan artinya kita ingin membentuk anak agar sopan maka kita dahulu yang harus memberi contoh menjadi orang yang sopan dll.Saya tidak sepandai rekan - rekan semua menilai orang maaf sajalah sekali lagi mari kita berkarya ditempat masing-masing. percumah pintar teori atau pinter ngomong kalau hasil anak-anak bapak atau ibu sekalian kurang memuaskan.
|
Heri Sasono
|
# Postingan: 17 Apr 2008 16:08
Balasan
Guru akan mendapatkan tunjangan profesi setelah mendapatkan sertifikasi, maka para guru harus lebih profesional dalam mengajar dan mendidik anak didik dan harus punya tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa demi kemajuan bangsa Indonesia. Saya selaku warga negara dan juga mempunyai anak yang sedang menuntut ilmu. Jadi saya mengharapkan sekali para guru, dosen lebih giat mengajar dan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap profesi yang di embannya. Terimakasih kepada para guru sebagai pendidik anak bangsa Indonesia.
|
azai_cool01@yah oo.com
|
# Postingan: 7 Nop 2008 23:38
Balasan
fwesdvgdsahgeaghesaghsdfawq;lfjwap'fj ajf 'P JFPoihedAGDXalkdhxauydQIOUSHD
|
vivi
|
# Postingan: 11 Nop 2008 20:24
Balasan
Guru akan mendapatkan tunjangan profesi setelah mendapatkan sertifikasi, maka para guru harus lebih profesional dalam mengajar dan mendidik anak didik dan harus punya tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa demi kemajuan bangsa Indonesia. Saya selaku warga negara dan juga mempunyai anak yang sedang menuntut ilmu. Jadi saya mengharapkan sekali para guru, dosen lebih giat mengajar dan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap profesi yang di embannya. Terimakasih kepada para guru sebagai pendidik anak bangsa Indonesia.
|