Banner JugaGuru.Com
 - Forum - Pendaftaran - Balasan - Pencarian - Statistik -
JugaGuru Forum / PTK-PNF / Lebih enak mana ???
Pencetus Tulisan
Trisnaning Savitri
# Postingan: 27 Peb 2008 09:45
Balasan 


Hari itu Rabu mendadak saya dapat telpon dari ketua HIMPAUDI kota untuk segera datang ada info penting, rupanya tentang pendataan pendidik PAUD Non Formal yang ada 3 format yaitu format Exel 2 lembar dan word 1 lembar semua data harus sudah terisi dan terkumpul hari Sabtu pagi ke sekertariat kota untuk dikerjakan sekertais dan Senin pagi semua data sudah diserahkan ke propinsi. Semuanya serba mendadak dan kami bekerja secepat kilat ,semua data yang masuk tidak sempat kami seleksi satu demi satu dengan mengecek kelapangan apakah nama-nama yang diusulkan oleh masing-masing lembaga benar-benar pendidik PAUD Non Formal, kami hanya menyeleksi dengan masa kerja yang dibawah 1 tahun tidak kami tampilkan di format Exel. Kemudian Senin pagi data di bawa ke propinsi yang masing0-masing dibuat rangkap lima. Selesai, kami pikir begitu, kemudian datang perintah terbaru kami harus melengkapi data karena ada Rt/Rw yang belum terisi dan KTP yang masih ada yang kosong karena katanya dana akan cair dengan bentuk Voucher dan mengambilnya dengan KTP. Akhirnya kami lembur lagi melengkapi data dengan menelpon satu persatu pendidik yang datanya belum komlit.
Selesai kami pikir demikian lagi... hingga info terbaru mengatakan bahwa semua pendidik harus membuka rekening karena penerimaan bantuan akan langsung ke rekening pribadi pendidik. Ketika timbul pertanyaan ,haruskan semua pendidik yang diusulkan membuka rekening, sudah pastikah semuanya mendapat dari 200 pwendidik yang kami ususlkan ??? TIdak ada yang bisa menjawab secara pasti. Hingga akhirnya surat pemberitahuan itupun datang nama-nama yang menerima bantuan insentif dan telah di SK-kan oleh Dirjen PTKPNF/PMPTK. Yang membuat kami ternganga adalah jumlah penerima hanya 140 orang dari 200 nama yang kami usulkan. Ada lembaga PAUD yang mengajukan 9 pendidik kesemuanya mendapat sementara ada lembaga PAUD yang mengajukan 6 hanya mendapat 3 bahkan ada lembaga PAUD yng mengajukan satupuin dari pendidik nya tidak mendapat. Kebingungan kami adalah apa kriterianya ??? umur lembaga sama, masa kerja sama apakah murni nasib rejeki dan bukan rejeki ataukah keteledoran dari yang menyeleksi data di tingkat propinsi atau pusat ??? karena ternyata ada pendidik dengan satu nama bisa memiliki SK Voucher 2 ,bagaimana ini bisa terjadi ??? nasib atau teledor tim seleksi ??? walaupun sekarang sudah di atasi dengan perubahan-perubahan berita acara untuk merubah tadi....malangnya kami sempat menjadi pihak yang dipersalahkan oleh para pendidik yang tidak mendapat, para penilik dan kasi PLS Dinas kota sendiri dengan memojokkan kami dulu yang membuat data gimana to ??? Waduh... memang enak kalau tinggal menerima saja atau menyalahkan saja. Lebih enak mana nama diusulkan untuk menerima dana dengan dapat ya untung tidak dapat tinggal protes sana sini atau yang membuat data untuk diusulkan kalau semua dapat tidak dap[at apa-apa kalau ada yang tidak dapat di maki-maki atau lebih enak yang tinggal menyalahkan dengan mencari titik aman sepertti kasi PLS kami ..." yang membuat data itu bukan dinas, dinas tinggal ttd ...Dinas pikir semuanya sudah diseleksi HIMPAUDI kota . Gimana to HIMPAUDI dulu mbuatnya kok Dinas nggak di ajak pertimbangan ??? Aneh betul ,kami pikir ,Mungkin lain kali kami harus memiliki MP4 untuk merekam apa yang kami kerjakan sehingga tidak bisa di persalahkan.

seprofesi
# Postingan: 3 Mar 2008 09:06
Balasan 


mbak Trisna itulah permainan dunia, selalu ada dicampuri dosa-dosa
apalagi masalah duit ..... yang tidak berhak juga mau ikut-ikutan dapat.

yon-kdr@plasa.c om
# Postingan: 7 Apr 2008 21:06
Balasan 


oalah mbak tris, kiranya anda harus banyak belajar dari teman seprofesi diatas.
itulah dunia PLS. banyak sulapan, akeh apus-apusan.
sebenarnya dana yang didapat itu boleh kok jika kita pakai untuk administrasi 65%, selebihnya buat operasional dan dibagi rata dengan tutor.
masalah akan muncul jika pembagian tidak merata.
tidak hanya terjadi di himpaudi saja, di forum tutor paud juga sering.
begitu juga di keaksaraan, mlah gampang dimanipulasi.
jadi ayolah kita bersabar agar kita dapat bagian dana dan rame-rame makan dosa berjamaah.
ayolah mbak tris belajar menyelami dunia PLS

trisnaningsavit ri
# Postingan: 11 Apr 2008 13:40
Balasan 


nggakmau ah pak kalau di ajak dosa berjamaah ntar keluarga saya ikut saya ceburin ke neraka dong ! Memang mengerikan pls itu ya... saya baru muak-muaknya ini sama PLS, tapi kalau ada dana kok ya saya masih mau-maunya mengajukan dana walaupun gakpernah dapet sementara teman yang punya koneksi dapat terus bahkan seringkail dan puluhan hingga ratusan juta padahal yang ia jalankan memble, gimana tuh ??? forum ini harusnya dibaca sama penentu kebijakan... apa jangan-jangan dbeliau-beliaunya juga ikutan korupsi,kolusi dan nepotisme ??? Maaf bapak-Bapak Ibu-ibu gak suuzon lho...

rikaruslan_tuba n
# Postingan: 13 Apr 2008 06:52
Balasan 


wah...kualat lho bu trisnaning nanti kalo ngrasani para penentu kebijakan. percayalah beliau2 tidak akan KKN. wong mereka sudah kaya, sudah berhaji. jadi ya enggaklah............paling2 hanya nitip keponakannya, saudaranya, adiknya dan iparnya untuk diangkat jadi PNS, untuk direkomendasikan mendapat dana program tanpa melihat programnya yg memble.

saran saya carilah rekomendasi kepada yang berwenang atau yang dekat dengan pimpinan agar ajuan proposal anda bisa di setubuhi eh...disetujui.
tapi anda harus mengertilah kepada yang memberi rekomendasi. tau kan maksud saya bu trisna.

saran saya yang kedua berusahalah anda jadi pengurus himpaudi atau pengurus forum paud atau pengurus forum PLS lainnya disitu nanti anda akan mendapat cipratan rejeki yang rutin dalam bentuk diklat dan rapat kerja.

sebelum mencoba diskusikan dulu dgn keluarga dan kolega anda
biar tidak jadi rasan2an.

cobalah nanti pasti menyenangkan

Zimbach
# Postingan: 24 Sep 2008 09:52
Balasan 


Dunia PLS itu bagaikan hutan belantara. Siapapun yang memasukinya harus benar-benar jibaku. Jangan mudah ngresula, putus asa, nglokro, sambat-sambat, nangis-nangis. Jauhi itu semua !!!

Bekali diri dengan ilmu beladiri yang cukup, ilmu kebal, ilmu menghilang, dan lengkap dengan persenjataan yang memadai (senjata rahasia, senjata yang tidak rahasia juga gak apa-apa...), harus tega, membunuh sebelum dibunuh atau terbunuh.

Ingat hutan belantara itu sangat berbahaya. Jalma mara jalma mati, sato mara sato mati.

Walhasil, mengabdikan diri di dunia PLS itu harus tabah sabar tahan uji tidak mudah marah tidak mudah terpancing n tidak mudah emosi.

Jawaban Anda
Bold Style  Italic Style  Underlined Style  Image Link  URL Link 

isikan kata kunci dari
gambar disamping»
» Nama  » Password 
Anda bisa masukkan sebatas nickname tanpa password, jika username belum terdaftarkan oleh member lainnya.
 

Dikuati oleh :: bulletin board software miniBB™ © 2001-2008